Skip to main content

Kesehatan 2

Bimbel polri akan menjelaskan tes kesehatan di kepolisan, hamipr sama di setiap instansi kedinasan yang membutuhkan kesehatan yang prima untuk para anggotanya tidak terkecuali kepolisian. karena diharapkan, para calon polisi memiliki tubuh yang prima apalagi saat menempuh pendidikan yang keras, bisa jadi akan membahayakan dirinya sendiri juga bisa jadi juga membahayakan orang lain seperti penyakit menular dan sebagainya.
Maka untuk memastikan para anggotanya mempunyai kesehatan tubuh yang baik diadakanlah tes kesehatan dengan dua tahap.

Tahap Kedua, Tes Kesehatan Kedua


Tes kesehatan kedua adalah tes menjelang pantohir, atau sidang kelulusan . Biasanya jumlah peserta sudah sangat jauh berkurang dari tes kesehatan awal. dan disini adalah persaingan yang sangat ketat karena tes ini adalah tes mencari yang paling sehat diantara orang yang sehat. 


Berbeda dengan tes kesehatan pertama yang bisa dipersiapkan dari jauh hari untuk mengobati kekurangan, di tes ini adalah pemeriksaan bagian dalam tubuh jadi sepertinya ini adalah tes yang murni tidak bisa di manipulasi kesehatan tubuhnya dalam arti tidak bisa di oprasi jika ada kekurangan dsb. 

Tes Kesehatan kedua memang cukup memakan biaya besar dalam pengadaaanya, bisa jadi ini adalah alasan mengapa tes ini diadakan di akhir tes, agar siswa yang akan di cek juga jauh lebih sedikit. Tapi tenang para calon siswa tidak akan diminta dana untuk cek kesehatan kedua ini. 

Tes Kesehatan Kedua POLRIAdapun tes kesehatan kedua ini adalah:
1. Pemeriksaan foto Toraks;


2. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG);


3. Pemeriksaan urine, meliputi :

  • kejernihan;
  • berat jenis (BJ);
  • tingkat keasaman;
  • leukosit;
  • nitrit;
  • protein;
  • reduksi;
  • urobilinogen;
  • keton;
  • bilirubin;
  • eritrosit;
  • sedimen;
4. Pemeriksaan darah, meliputi :
  • hemoglobin;
  • leukosit;
  • eritrosit;
  • trombosit;
  • hematokrit;
  • laju endap darah;
  • hitung jenis;
5. Pemeriksaan kimia darah, meliputi :
  • serum glutamat piruvate transaminase (SGPT);
  • gula darah (harus puasa sebelum di tes).

6. pemeriksaan tambahan (Plus), meliputi:



  • Narkotika dan obat-obatan (narkoba), meliputi:
  • imuno serologis, meliputi hepatitis B serum 
  • Kimia darah, meliputi: kolesterol total dan 
  • uji kehamilan untuk calon Polisi Wanita.
  • Morfin, THC, Amfetamin, Metamfetamin dan 
  • Benzodiazepin;
  • antigen (HBs Ag), anti HIV dan VDRL;
  • kreatinin;

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Berat Badan Yang Ideal dengan Mengacu Tinggi Badan

Memiliki berat badan ideal dan bentuk tubuh proporsional adalah impian bagi setiap orang. Maka tak heran banyak yang rela melakukan apapun agar badan mereka ideal. Berat badan ideal biasanya dihitung dengan rumus yang mengacu pada tinggi badan. Pastinya memiliki berat badan yang ideal akan sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan kita.   Sebenarnya cara menghitung berat badan ideal tidak susah, ada beberapa rumus standar kesehatan yang dapat digunakan. Mulai daru Rumus konvesional biasa, Rumus Brocha, hingga Rumus BMI. Pengukur Berat Badan untuk lulus kalian minimal ada di kelompok Stakes 2 Pada Polri penilaian tes kesehatan bisa kalian liha disini: Penilaian Berat Badan Polri ketaerangan : UW adalah Ringan OW adalah Berat  

Jadwal Seleksi Penerimaan Bintara T.A. 2023

JADWAL SELEKSI TINGKAT PANDA PENERIMAAN TARUNA/I AKPOL, BINTARA POLRI DAN TAMTAMA POLRI TAHUN ANGGARAN 2023   NO TANGGAL KEGIATAN KET 1 2 3 4 1. 4 – 14 APRIL 4 – 14 APRIL PENDAFTARAN ONLINE DAN VERIFIKASI -      PENDAFTARAN ONLINE DAN VERIFIKASI CALON TARUNA /I AKPOL , BINTARA DAN TAMTAMA 11 HARI 11 HARI 2. 13 APRIL - PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DAN PENGAMBILAN SUMPAH PANITIA, CALON BINTARA DAN TAMTAMA SERTA ORANG TUA/WALI 1 HARI   17 APRIL -      PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DAN PENGAMBILAN SUMPAH PANITIA, CALON TARUNA/I AKPOL SERTA ORANG TUA/WALI 1 HARI 3. 13 – 18 APRIL PEMERIKSAAN ADMINISTRASI AWAL, PENGUMUMAN D...

Shuttle run (Lari Angka 8)

Shuttle run adalah lari membentuk angka 8 diantara 2 buah tiang yang berjarak 10 meter sebanyak 3 kali sampai kembali ke tempat start semula. Tes ini untuk mengukur akselerasi dan kelincahan tiap peserta. gerakan untuk laki-laki sama dengan perempuan , gerakannya adalah sebagai merikut Sikap Permulaan 1. kelompok peserta yang terdiri dari 3 - 4 orang mengambil posisi start berdiri di belakang garis start di sebelah kanan atau kiri masing-masing tiang 2. dalam posisi “siap” menunggu aba-aba dari penguji Gerakan 1. Setelah ada aba-aba “ya” peserta lari secepat mungkin menuju tiang yang berada di depannya sampai melewati tiang langsung memutar berbalik kembali ke tempat semula menuju ke tiang pertama 2. Apabila peserta start dari sebelah kanan tiang maka yang bersangkutan berlari menuju ke sebelah kiri tiang di depannya kemudian berbalik memutar melewati tiang menuju ke sebelah kanan tiang pertama sehingga membentuk angka delapan, dilakukan sebanyak 3 kali putaran bolak-bali...