Skip to main content

Cara Menjadi Polisi tanpa 'nyogok'

Bimbelpolri.blogspot.com, Banyak cerita yang sudah berkembang ditengah-tengah masyarakat bahwa untuk menjadi POLISI faktor utamanya adalah: Uang Suap ('uang pelicin'), orang dalam kepolisian, dan besar kedudukan orang dalam yang membawa kalian. Faktanya berita di atas adalah kebohongan yang di jadikan seolah-olah fakta oleh beberapa oknum kepolisian itu sendiri dan orang-orang yang tidak bisa menerima kegagalan menjadi polsi.

Sebelum kita membahas tentang cara menjadi polisi tanpa uang kita lihat dulu trik para oknum untuk membuat  cerita yang seolah-olah benar, dan kenapa setelah membayar sejumlah uang pada para oknum banyak calon siswa yang Lulus. 

Gambaran Sederhananya, jika kalian ingin dapat nilai tertinggi di tes Ujian Nasional dengan kemampuan yang seAdanya yang kalian dapatkan di Sekolah untuk bisa mengerjakan soal ujian nasional  maka persentase nilai kalian untuk bisa sangatlah kecil. Untuk bisa mendapatkan nilai tertinggi kalian harus belajar maksimal mengetahui apa yang di ujikan, lalu ikut bimbingan belajar jika perlu banyak latihan barulah bisa meningkatkan kemungkinan lulus dengan nilai tinggi.


Hal yang sama berlaku untuk ujian di penerimaan polri 2016, jika kalian hanya mengandalkan pemahaman kalian di sekolah atau di bangku kuliah untuk menghadapi tes-tes yang akan di hadapi maka kemungkinan sangat kecil untuk lulus.  Perlu usaha yang eksta untuk memahami tes yang akan kalian hadapi. dan perlunya kalian serba ingin tau dan terus bertanya:

1. Apa saja yang disyaratkan untuk lulus di tes kesehatan? apa yang harus saya lakukan?

2. Apa saja yang diujikan saat tes Psikotes? apa yang bisa saya lakukan?

3. Apa saja yang diujikan saat tes Akademik? persiapan apa yang bisa saya lakukan?

4. Apa saja yang diujikan saat  tes kesemaptaan (jasmani) ? berapa nilai nya? Persiapan apa yang harus saya lakukan?
Cara Menjadi Polisi tanpa 'nyogok'
tryout bimbelpolri

Pertanyaan-pertanyaan ini harus ada di kepala kalian agar timbul keingin tauan dan berusaha untuk mendapatkan nnilai tinggi dengan menutupi segala kekurangan. Sayangnya banyak peserta seleksi penerimaan polri yang  tidak memiliki semangat itu sehingga Hal yang wajar untuk faham apa yang di ujikan, banyak dari peserta yang berhasil lulus jadi Angggota KEPOLISIAN adalah orang-orang yang sudah gagal beberapa kali di tes sebelumnya karena mereka sudah mulai faham apa yang akan mereka hadapi di seleksi penerimaan polri. 

karena pemahaman yang kurang, di tes penerimaan polri disinillah para oknum mengambil kesempatan dengan berspekulasi dengan mengiming-imingi menjanjikan kelulusan pada calon peserta penerimaan polri baik itu sipss, akpol, brigadir dan tamtama. 

Apa yang dilakukan para aknum untuk membuat peserta lulus?


Para oknum yang menjanikan kelulusan akan berusah membuat siswa 'bawaanya' untuk bisa lulus karena jika lulus dia akan mendapatk keuntungan. apa yang mereka lakukan, kalaw kalian berfikir hanya memberi uang pada oknum dan kalian duduk2 saja di rumah dan tiba-tiba kalian lulus dengan sendirinya kalian SALAH BESAR.

Kalian akan di Cek kesehatanya di RS Bayangkara oleh oknum agar memastikan kesehatan kalian pasti lulus di tes kesehatan , jika ada kendala penyaki seperti gigi, varises, mata atau yang lainnya kalian harus mengeluarkan dana lagi  untuk oprasi atau menutpi kekurangan kalian. untuk tes akademik dan psikotes kalian akan di latih dengan cara memberi soal tahun lalu untuk latihan atau memangil guru private untuk mengajari kalain atau bisa juga kalian di suruh masuk ke bimbingan belajar yang mamang khusus melatih akademik dan psikotes untuk memperbesar kemungkinan lulus akademik dan psikotes dan mampu bersaing dengan siswa yang lainnya. dan kalian akan disuruh latihan fisik dan memberikan standar-standar apa saja yang harus kalian capai di  tes jasmani. ini adalah cara-cara para oknum untuk memastikan anak 'bawaannya' Lulus karena di sana dia dapat keuntungan.

Untuk tes-tes yang berat persaingannya misalnya akademik dan panthir bisaanya beberapa siswa di mintai dana tambahan si oknum :"  nilai anak bapak kurang kalaw mau lulus kirim dana  Rp.... lagi", setelah si bapak mengirimkan dana maka anaknya lulus. Ini adalah kebohongan yang seolah fakta dalam realitas di lapangan si oknum telh mengetahui si anak Lulus karena si bapak tidak tau anaknya lulus dia bilang "  nilai anak bapak kurang kalaw mau lulus kirim dana  Rp.... lagi", padahal jika bapak tidak menyanggupi anak nya tetap saja lulus. dan si oknum bisanya membuat seolah-olah itu usaha dia padahal murni nilai si Anak didik itu.


di lain kasus jika si oknum telah lebih tau bahwa anak bawaanya tidak lulus dia melakukan hal yang sama bedanya dia akan minta uang pada orang tua nya dengan nilai yang tidak mungkin di sanggupi oleh orang tua sehingga ketika si bapak tidak melakukan pembayaran tambahan tidak Lulus. padahal walaw pun si orang tua sudah melakukan pembayaran juga akan mengalami hal yang sama TIDAK LULUS tapi si oknum menutupi dengan berbagai alasan.


Dari penjabaran di atas paling tidak kalian para calon Anggota kepolisan faham benar apa saja sebenarnya yang harus di siapkan tanpa melibatkan Si Oknum. persiapan yang matang dan kesehatan yang prima adalah Kunci Kelulusan Anda. Ada uang, ada yang bawa, tapi kesehatan dan kecerdasan tidak ada bisa di jamin dia tidak lulus. jadi ayo belajar dari sekarang apa saja yang perlu disiapkan


Baca Trik Menjadi POLISI tanpa Uang tahap demi tahap




Comments

Popular posts from this blog

Pembukaan AKPOL 2014

Pendaftaran Siswa-Siswa baru AKPOL 2014 Dibuka Tanggal 19 April -25 Mei dan pendaftaran di POLRES Masing-Masing Adapun Syarat untuk bisa mendaftar adalah : 1. Persyaratan umum : warga Negara Indonesia (pria dan wanita); usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan; beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; setia kepada Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan); tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (SKCK); berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela; bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian. 2. persyaratan lain : berijazah serendah-rendahnya SMU/MA jurusan IPA/IPS dengan ketentuan :  bagi yang berusia kurang dari 17 tahun dengan ketentuan :  nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8 atau;  nilai rata-...

ISTILAH SINGKATAN DI POLRI

Kali ini bimbel Polri akan memberikan sedikit kode atau istilah  yang biasa di gunakan dalam Kepolisian yang menjadi kode dalam berkomunikasi serta singkatan-singkatan dalam kepolisian inilah Singkatan-singkatan yang ada di lingkungan kepolisian = AKPOL : Akademi Kepolisian AKPB : Ajun Komisaris Besar Polisi AIPDA : Ajun inspektur dua ADC : ajudan pimpinan di kepolisian AF : Ancaman Faktual AG : Ambang Gangguan ALKOM : Alat Komunikasi ALINS : Alat instruksi BABINKAM : Badan Pembinaan Keamanan Babinkamtibmas:Bintara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat BAINTELKAM : Badan Intelijen Keamanan BARESKRIM : Badan Reserse Kriminal BRIMOB : Brigade Mobil BRIGJEN : Brigadir Jenderal BRIPDA : Brigadir dua BRIPTU : Brigadir satu BRIGTAR : Brigadir taruna BINKAR : Pembinaan Karir CURAT : pencurian dengan Pemberatan CURAS : Pencurian dengan kekerasan CEPU : mata-mata /informan DENSUS 88 : Detasemen Khusus 88 DELOG : Deputi Kapolri Bidang Logistik DEOPS : Dep...

syarat dan info tentang SIPSS tahun 2014

kali ini BIMBEL POLRI akan menjelajkan tentang apa itu SIPSS (Sekolah Inspektur polisi sumber sarjana), sipss adalah merupakan pendidikan sarjana yang dibutuhkan dalam profesi kepolisian untuk menjadi inspektur polisi yang memiliki pengetahuan keterampilan, kemampuan ketangguhan sikap dan prilaku terpuji dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kepolisian sesuai dengan peranan sebagai inspektur polisi yang ahli dibidang keilmuan guna mendukung tugas kepolisian. lama pendidikan enam(6) bulan di setukpa lemdikpol -sukabumi . pembukaan pendidikan tanggan 11 April 2014, lulusan SIPSS berpangkat INSPEKTUR POLISI DUA (IPDA) dengan penghasilan Rp. 3.681.800,- belum di tambah remunerasi 1. Persyaratan umum : warga Negara Indonesia (pria dan wanita); usia minimal 16 tahun dan maksimal 26  tahun dan untuk dokter 29 tahun pada saat pembukaan pendidikan;  beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; setia kepada Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; sehat jasmani dan...